Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi

mari terus belajar dan berbagi :)

Menyimak persaingan portal berita Indonesia di awal 2009

with one comment

Pada tahun 1998, Detik.com melenggang sendirian. Kondisinya berubah pada 10 tahun berikutnya, ketika cukup banyak pesaing baru bermunculan. Persaingan menjadi semakin menarik ketika para pemain baru telah menyadari dan belajar dari kesalahan yang telah dilakukan oleh para pesaing lama Detik.com di sekitar tahun 2000.
Sampai tulisan ini disusun, beberapa sumber menyebutkan bahwa Detik.com masih berada di atas. Namun, persaingan babak ini baru saja dimulai, dan tidak bisa dinilai hanya di saat awal. Bukti di lapangan juga menunjukkan bagaimana para pemain di industri ini terus berbenah untuk merebut atensi pengunjung, sekaligus merebut anggaran iklan yang ada.
Grafik dan tabel berikut menggambarkan peta persaingan 5 portal berita Indonesia. Data diambil pada tanggal 12 Januari 2009.

detik.com, kompas.com, okezone.com, inilah.com dan vivanews.com (tidak kelihatan)

Grafik pengunjung 5 portal berita Indonesia dari Google Trends, berturut-turut dari atas ke bawah: detik.com, kompas.com, okezone.com, inilah.com dan vivanews.com (tidak kelihatan)

Grafik pageviews 5 portal berita Indonesia dari Alexa

Grafik pageviews 5 portal berita Indonesia dari Alexa

Tabel statistik 5 portal berita Indonesia

Tabel statistik 5 portal berita Indonesia

Tidak dipungkiri, kelahiran portal Vivanews.com paling dibicarakan sekaligus paling ditunggu oleh kalangan media pada tahun 2008. Bukan hanya karena bayangan modal besar dari Grup Bakrie, namun juga keberhasilan mereka menggaet wartawan top majalah TEMPO seperti Karaniya Dharmasaputra, Nezar Patria, dan M.Teguh. Selain itu beberapa mantan personel Detik.com dan Okezone.com juga ikut membantu.
Nilai plus dalam hal SDM di atas menjadi satu hal yang dicatat oleh beberapa pengamat media dalam tulisannya tentang portal baru ini. Menarik untuk menyimak fenomena ”bajak-membajak” dalam industri ini. Jika kita kaitkan dengan fenomena turn-over di industri media dan di industri TI yang relatif cukup tinggi, maka wajar untuk diduga bahwa turn-over rate dalam industri portal berita ini juga akan cukup tinggi. Dari sisi perusahaan, fenomena ini seyogyanya dipandang sebagai fenomena ”alami” yang perlu disikapi dan diantisipasi dengan bijak. Dari sisi karyawan, fenomena ini merupakan media untuk meningkatkan karir sekaligus pematangan profesional.

Saran untuk Vivanews:
1.    optimalkan sinergi antar perusahaan dalam korporasi
Bukan hanya dalam bentuk pertukaran space iklan promosi, namun lebih dari itu, kerjasama program perlu dilakukan terutama antara perusahaan yang berbasis sama (media). Tujuan utamanya tentu saja menarik sebanyak mungkin atensi pengguna untuk berkunjung.
2.    perbanyak event off-air
Pengamatan saya atas industri media yang lain menunjukkan adanya korelasi positif antara kuantitas dan kualitas event off air dengan popularitas media di mata publik maupun pemasang iklan. Dugaan saya, hal yang sama juga berlaku pada industri portal berita. Pemilihan event yang dilakukan tentunya perlu disesuaikan dengan target pengunjung.

Jika Vivanews konsisten dalam berinovasi, saya menjagokannya untuk minimal masuk dalam 3 besar portal berita Indonesia di akhir tahun ini, dan bukan tidak mungkin akan menyodok lebih tinggi di tahun berikutnya.
Bagaimana prediksi anda?

Analisa lebih komprehensif tentang Vivanews dan industri portal berita Indonesia bisa anda simak dalam tulisan beberapa pengamat/ahli seperti Nukman Luthfie, Budi Putra dan Johanes Heru Margianto. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
-    2008 Ditutup Manis dengan Peluncuran Vivanews.com
-    VivaNews, Indonesia’s new online media
-    Selamat Datang KanalOne, Eh Salah, Vivanews

Written by antosamudra

January 16, 2009 at 5:56 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Nice comment. Menurut saya, bisnis media portal di masa mendatang akan makin berkembang. Tidak harus menunggu 10 tahun, seperti yang dijalankan detik.com pada 1998 silam. Beberapa keunggulan portal antara lain paperless dan berita yang tanpa basa-basi, alias to the point, menjadi kebutuhan masyarakat yang makin lama makin tak punya banyak waktu untuk membaca.
    Sedangkan, untuk kalangan pemodalnya, media portal tidak membutuhkan biaya sangat besar. Paling tidak jika dibanding dengan media cetak atau elektronik.
    Walau begitu, hampir semua tokoh komunikasi yang saya temui juga mengatakan, bisnis portal tidak akan menggeser peran media cetak sebagai pemberi informasi. Meski kehadiran portal cukup mengikis profit pengusaha media cetak.

    Dan pada akhirnya, tidak peduli apakah itu media cetak, elektronik, atau pun portal, semuanya adalah bagian dari media komunikasi yang terintegrasi.

    nerisandra

    January 18, 2009 at 10:21 pm


Leave a Reply